Domain Instansi atau Lembaga: Jenis .go.id, .ac.id, .sch.id, .or.id, dan Syaratnya
Domain instansi atau lembaga adalah nama domain berakhiran khusus di bawah .id yang hanya boleh didaftarkan oleh jenis lembaga tertentu, misalnya .go.id untuk instansi pemerintah, .desa.id untuk pemerintah desa, .ac.id untuk perguruan tinggi, dan .sch.id untuk sekolah. Karena pendaftarannya wajib disertai dokumen, pengunjung bisa langsung menilai bahwa website tersebut milik lembaga resmi, bukan situs tiruan.
Halaman ini merangkum jenis domain lembaga di Indonesia, pengelolanya, dan syarat pendaftarannya, lalu menautkan ke panduan per ekstensi kalau Anda butuh detail. Kalau yang Anda cari justru daftar semua ekstensi (termasuk .com, .net, dan domain baru), buka jenis-jenis domain.
Apa itu domain instansi atau lembaga?
Istilah "Nama Domain Instansi" dipakai resmi oleh Kementerian Komunikasi dan Digital: nama domain yang digunakan sebagai alamat elektronik resmi instansi pemerintah dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik (FAQ Domain.go.id). Dalam percakapan sehari-hari, istilah domain lembaga juga dipakai untuk ekstensi yang dibatasi bagi kampus, sekolah, pesantren, dan organisasi. Semuanya adalah domain tingkat dua di bawah .id, jadi alamatnya berbentuk namalembaga.sch.id atau namakampus.ac.id.
Apa saja jenis domain instansi dan kegunaannya?
Daftar domain tingkat dua .id beserta peruntukannya tercatat di entri .id di Wikipedia. Yang khusus untuk lembaga adalah enam berikut:
| Ekstensi | Untuk siapa | Didaftarkan lewat |
|---|---|---|
| .go.id | Instansi pemerintah pusat dan daerah | Domain.go.id (Kemkomdigi) |
| .desa.id | Pemerintah desa | Domain.go.id (Kemkomdigi) |
| .mil.id | Lingkungan militer (TNI) | Tidak tersedia di registrar komersial |
| .ac.id | Perguruan tinggi | Registrar domain .id (termasuk HostingEkspres) |
| .sch.id | Sekolah dan pendidikan nonformal yang diakui | Registrar domain .id (termasuk HostingEkspres) |
| .or.id | Organisasi, yayasan, komunitas | Registrar domain .id |
| .ponpes.id | Pondok pesantren | Registrar domain .id |
Sebagai pembanding, ekstensi seperti .id, .my.id, .web.id, dan .biz.id bisa didaftarkan tanpa dokumen apa pun, sedangkan .co.id meminta identitas dan NIB perusahaan (syarat domain .id, Qwords).
Siapa yang mengelola domain .go.id dan .desa.id?
Registrar Nama Domain Instansi adalah Direktorat Aplikasi Pemerintah Digital, Direktorat Jenderal Teknologi Pemerintah Digital, Kementerian Komunikasi dan Digital, yang dalam operasionalnya bekerja sama dengan PANDI. Dasar hukumnya Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 5 Tahun 2025 tentang Penyelenggara Sistem Elektronik Lingkup Publik. Dokumen persyaratannya diatur di Pasal 38 ayat (3) sampai (5) untuk .go.id dan Pasal 39 ayat (5) untuk .desa.id (FAQ Domain.go.id).
Pendaftarannya dilakukan secara daring lewat aplikasi Domain.go.id oleh Pejabat Nama Domain Instansi yang ditunjuk pimpinan instansi: lengkapi data pengguna dan instansi, unggah dokumen, lalu ajukan verifikasi (Informasi Domain.go.id). Artinya, domain .go.id dan .desa.id tidak dijual bebas di registrar komersial.
Apakah pemerintah desa wajib pakai domain .desa.id?
Ya. FAQ resmi Domain.go.id menyatakan pemerintah desa harus menggunakan .desa.id sebagai alamat elektronik resmi, sedangkan .go.id dipakai instansi pemerintah lainnya (FAQ Domain.go.id). Menurut Kemkomdigi, lebih dari 23 ribu domain .desa.id sudah digunakan hingga pertengahan 2026, dan pengelolaannya ditekankan berkelanjutan: perpanjangan tepat waktu, keamanan, dan konten yang akurat (berita Domain.go.id, 15 Juli 2026). Untuk isi dan struktur websitenya, lihat cara membuat website desa.
Apa syarat daftar domain .ac.id, .sch.id, .or.id, dan .ponpes.id?
Keempat ekstensi ini didaftarkan lewat registrar domain .id biasa, tetapi wajib melampirkan dokumen. Rangkuman syarat berikut mengacu pada ketentuan yang dipublikasikan registrar Qwords (sumber); ketentuan final tetap mengikuti verifikasi registrar dan PANDI saat Anda mendaftar.
- .ac.id: KTP atau paspor penanggung jawab, SK Pendirian lembaga dari kementerian atau lembaga berwenang, dan surat keterangan dari rektor atau pimpinan lembaga. Surat kuasa tidak diperlukan kalau KTP yang dilampirkan milik pimpinan lembaga sendiri.
- .sch.id: untuk sekolah resmi, surat keterangan kepala sekolah plus KTP. Untuk pendidikan nonformal yang diakui, SK pendirian lembaga dari kementerian atau SKPD terkait plus KTP.
- .or.id: KTP atau paspor penanggung jawab, akta notaris atau surat keterangan dari organisasi, dan surat permohonan pendaftaran domain dari organisasi.
- .ponpes.id: KTP atau paspor penanggung jawab dan surat keterangan pimpinan pondok pesantren perihal pendaftaran nama domain.
Di HostingEkspres, harga domain .ac.id Rp 200.000 per tahun dan .sch.id Rp 100.000 per tahun, dengan harga perpanjangan yang sama (lihat halaman .ac.id dan halaman .sch.id). Penjelasan lebih dalam per ekstensi ada di panduan .ac.id, panduan .sch.id, dan panduan .or.id.
Apakah .com adalah jenis generic top level domain untuk organisasi privat?
.com memang generic top-level domain (gTLD), tercatat di basis data zona root IANA dengan pengelola registri VeriSign (IANA .com). Pada awalnya .com ditujukan untuk entitas komersial atau perusahaan (RFC 1591), tetapi sekarang .com dijual bebas kepada perorangan maupun organisasi tanpa dokumen. Karena siapa pun bisa mendaftarkannya, .com tidak membuktikan status resmi sebuah lembaga. Kalau lembaga Anda memenuhi syarat domain instansi, ekstensi seperti .go.id, .ac.id, atau .sch.id memberi sinyal kepercayaan yang tidak bisa diberikan .com.
Bagaimana cara cek domain sekolah atau kampus seperti nama.sch.id?
Ketik alamatnya langsung di browser untuk melihat websitenya. Untuk mengecek apakah nama domain masih tersedia, kapan didaftarkan, dan kapan berakhir, gunakan cek WHOIS; cara membaca hasilnya dijelaskan di panduan WHOIS Indonesia. Kalau domain lembaga Anda kedaluwarsa, segera hubungi registrar tempat domain itu didaftarkan, karena setelah masa tenggang domain bisa dihapus dan tersedia lagi untuk pihak lain.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Apakah perorangan bisa mendaftar domain .ac.id atau .sch.id?
Tidak. Kedua ekstensi ini hanya untuk lembaga pendidikan dan pendaftarannya diverifikasi dengan dokumen lembaga. Untuk website pribadi, pilih .my.id, .web.id, atau .id yang tidak memerlukan dokumen.
Apakah domain .go.id bisa dibeli di registrar biasa?
Tidak. Domain .go.id dan .desa.id didaftarkan lewat aplikasi Domain.go.id yang dikelola Kementerian Komunikasi dan Digital, oleh pejabat yang ditunjuk pimpinan instansi.
Apa beda .ac.id dan .sch.id?
.ac.id untuk perguruan tinggi seperti universitas, institut, akademi, dan politeknik. .sch.id untuk sekolah dasar dan menengah serta pendidikan nonformal yang diakui.
Artikel Terkait

Domain .ac.id: Panduan Lengkap Domain Akademik Indonesia
Pelajari domain .ac.id untuk institusi pendidikan tinggi Indonesia. Ketahui syarat pendaftaran, prosedur, harga, dan kebijakan PANDI terbaru untuk .ac.id.
Baca Selengkapnya→
Domain .sch.id: Domain Resmi untuk Sekolah di Indonesia
Pelajari domain .sch.id, ekstensi domain resmi untuk sekolah di Indonesia. Ketahui syarat pendaftaran, prosedur, harga, dan pentingnya domain .sch.id.
Baca Selengkapnya→
Domain .or.id: Ekstensi Resmi untuk Organisasi di Indonesia
Pelajari domain .or.id, ekstensi domain untuk organisasi resmi di Indonesia. Ketahui syarat pendaftaran, prosedur, harga, dan siapa yang berhak menggunakannya.
Baca Selengkapnya→Butuh Hosting untuk Website Anda?
Dapatkan hosting cepat, aman, dan terpercaya dengan harga terjangkau. Gratis domain, SSL, dan support 24/7.
Jangan Ketinggalan Promo!
Subscribe newsletter kami dan dapatkan diskon hingga 50% untuk pembelian pertama kamu.
Gratis, tanpa spam. Dengan subscribe, kamu setuju menerima email tips dari Hosting Ekspres. Bisa berhenti kapan saja.