HOSTING CEPATDOMAIN MURAHSSL GRATISSUPPORT 24/7UPTIME 99.9%SERVER INDONESIAHOSTING CEPATDOMAIN MURAHSSL GRATISSUPPORT 24/7UPTIME 99.9%SERVER INDONESIA
Tutorial

Cara Setup DNS Records: A, CNAME, MX, TXT Lengkap untuk Pemula

Tim HostingEkspres|30 Maret 2026|14 menit baca
cara setup dns recordscara mengatur dnsa record cname mx recordcara pointing domainspf record dkim recorddns management
Cara Setup DNS Records: A, CNAME, MX, TXT Lengkap untuk Pemula

Memahami DNS Records dan Mengapa Penting

DNS Records (Domain Name System Records) adalah instruksi yang tersimpan di server DNS yang memberitahu internet bagaimana menangani traffic untuk domain Anda. Bayangkan DNS seperti buku telepon internet — ketika seseorang mengetikkan nama domain Anda di browser, DNS records yang memastikan mereka diarahkan ke server yang benar.

Memahami cara setup DNS records adalah keterampilan dasar yang dibutuhkan setiap pemilik website. Tanpa konfigurasi DNS yang benar, website Anda tidak bisa diakses, email Anda tidak berfungsi, dan layanan-layanan yang bergantung pada domain Anda (CDN, SSL, third-party services) tidak akan bekerja.

Dalam panduan ini, kami akan menjelaskan setiap jenis DNS record yang perlu Anda ketahui, kapan menggunakannya, dan bagaimana cara mengaturnya. Kami juga akan mencakup skenario praktis seperti pointing domain ke hosting dan mengkonfigurasi email authentication.

cara setup dns records panduan lengkap
Tampilan DNS Zone Editor di cPanel untuk mengelola DNS records

Jenis-Jenis DNS Record dan Fungsinya

1. A Record (Address Record)

A Record adalah yang paling dasar dan paling penting — ia memetakan nama domain atau subdomain ke alamat IPv4. Ketika seseorang mengakses domain Anda, A Record memberitahu browser harus terhubung ke IP address mana.

Field Nilai Contoh Keterangan
Name/Host@@ berarti domain utama (namadomain.com)
TypeATipe record
Value103.12.34.56IP address server hosting Anda
TTL3600Time to Live dalam detik (1 jam)

Penggunaan umum A Record:

  • @ → IP hosting (domain utama)
  • www → IP hosting (subdomain www)
  • mail → IP mail server
  • ftp → IP FTP server

2. CNAME Record (Canonical Name Record)

CNAME Record memetakan satu nama domain ke nama domain lain (bukan ke IP address). Ini berguna untuk membuat alias atau ketika Anda menggunakan layanan eksternal yang memerlukan subdomain khusus.

Contoh penggunaan CNAME:

  • www.namadomain.comnamadomain.com (redirect www ke non-www)
  • blog.namadomain.comusername.wordpress.com (custom domain WordPress.com)
  • shop.namadomain.comshops.shopify.com (Shopify custom domain)
  • mail.namadomain.comghs.google.com (Google Workspace)
Perhatian: CNAME tidak bisa digunakan untuk domain utama (@) — hanya untuk subdomain. Untuk domain utama, selalu gunakan A Record atau ALIAS Record.

3. MX Record (Mail Exchanger Record)

MX Record memberitahu internet server mana yang menangani email untuk domain Anda. Tanpa MX record yang benar, email yang dikirim ke alamat domain Anda tidak akan sampai ke mana pun.

Contoh MX Record untuk email hosting:

Name:     @
Type:     MX
Priority: 0
Value:    mail.namadomain.com

Contoh MX Record untuk Google Workspace:

@ MX 1  ASPMX.L.GOOGLE.COM
@ MX 5  ALT1.ASPMX.L.GOOGLE.COM
@ MX 5  ALT2.ASPMX.L.GOOGLE.COM
@ MX 10 ALT3.ASPMX.L.GOOGLE.COM
@ MX 10 ALT4.ASPMX.L.GOOGLE.COM

Angka prioritas (1, 5, 10) menentukan urutan server yang dicoba — semakin kecil angkanya, semakin tinggi prioritasnya.

Baca Juga: Apa Itu DNS Record? Penjelasan Lengkap untuk Pemula

4. TXT Record (Text Record)

TXT Record awalnya dirancang untuk menyimpan teks arbitrari, tapi kini digunakan untuk berbagai tujuan verifikasi dan keamanan, terutama untuk email authentication (SPF, DKIM, DMARC) dan verifikasi domain untuk layanan seperti Google Search Console.

Contoh TXT Records Penting:

SPF Record:

Name:  @
Type:  TXT
Value: v=spf1 include:hostingekspres.com ~all

DKIM Record:

Name:  default._domainkey
Type:  TXT
Value: v=DKIM1; k=rsa; p=MIGfMA0GCSqGSIb3DQ... (public key panjang)

DMARC Record:

Name:  _dmarc
Type:  TXT
Value: v=DMARC1; p=none; rua=mailto:admin@namadomain.com

Google Search Console Verification:

Name:  @
Type:  TXT
Value: google-site-verification=abc123xyz...

5. NS Record (Name Server Record)

NS Record menentukan server DNS mana yang otoritatif untuk domain Anda. Ketika mengganti hosting atau menggunakan Cloudflare, Anda perlu mengubah NS record domain ke nameserver provider baru. NS record biasanya diatur di registrar domain (tempat Anda membeli domain), bukan di zone DNS itu sendiri.

Contoh NS Record HostingEkspres:

ns1.hostingekspres.com
ns2.hostingekspres.com

6. AAAA Record

AAAA Record sama seperti A Record tapi untuk alamat IPv6. Semakin banyak layanan hosting yang mulai menggunakan IPv6. Format IPv6 berbeda dari IPv4: 2001:db8:85a3::8a2e:370:7334.

jenis dns records a cname mx txt ns
Ringkasan semua jenis DNS records dan fungsinya

Cara Mengakses DNS Management

Ada dua tempat di mana DNS records bisa dikelola:

1. Di cPanel Hosting (jika nameserver di hosting)

  1. Login ke cPanel
  2. Cari dan klik Zone Editor (atau "Advanced DNS Zone Editor")
  3. Pilih domain yang ingin diedit
  4. Anda akan melihat semua DNS records yang sudah ada dan bisa menambah, edit, atau menghapus records

2. Di Registrar Domain (jika nameserver di registrar)

Jika Anda membeli domain di registrar terpisah (Namecheap, GoDaddy, Niagahoster, dll), login ke akun registrar dan cari menu "DNS Management", "Manage DNS", atau "DNS Settings" untuk domain tersebut.

3. Di Cloudflare (jika menggunakan Cloudflare)

Jika domain menggunakan nameserver Cloudflare, semua DNS records dikelola di dashboard Cloudflare.com. Login, pilih domain Anda, dan buka tab DNS.

Cara Pointing Domain ke Hosting

Pointing domain ke hosting artinya mengarahkan domain Anda ke server hosting yang benar. Ada dua metode:

Metode 1: Ganti Nameserver (Direkomendasikan)

Metode paling lengkap — semua DNS records (A, MX, CNAME, dll) akan dikelola di hosting Anda:

  1. Dapatkan nameserver hosting dari email welcome hosting atau dashboard cPanel
  2. Login ke registrar domain
  3. Cari pengaturan Nameserver untuk domain Anda
  4. Ganti nameserver lama dengan nameserver hosting (misalnya ns1.hostingekspres.com dan ns2.hostingekspres.com)
  5. Simpan perubahan. Propagasi DNS membutuhkan 1-48 jam.

Metode 2: Ubah A Record Saja

Jika ingin tetap menggunakan DNS registrar dan hanya mengubah IP tujuan:

  1. Dapatkan IP address server hosting Anda (tersedia di cPanel atau email welcome)
  2. Di DNS management registrar, ubah A Record @ dan www ke IP hosting baru
  3. Tunggu propagasi DNS (biasanya lebih cepat dari metode ganti nameserver)
Baca Juga: Cara Pointing Domain ke Hosting: Panduan Lengkap dengan Gambar

Mengatur TTL (Time to Live) DNS Records

TTL menentukan berapa lama (dalam detik) server DNS dan browser meng-cache DNS record sebelum meminta ulang ke server DNS otoritatif. Nilai TTL yang lebih rendah berarti perubahan DNS propagasi lebih cepat tapi menambah beban ke server DNS.

  • TTL rendah (300-900 detik / 5-15 menit): Gunakan ini sebelum melakukan perubahan hosting atau DNS besar agar propagasi lebih cepat. Turunkan TTL 24-48 jam sebelum melakukan perubahan.
  • TTL normal (3600 detik / 1 jam): Nilai default yang baik untuk kebanyakan penggunaan.
  • TTL tinggi (86400 detik / 1 hari): Untuk records yang jarang berubah — mengurangi beban server DNS.

Troubleshooting DNS Records

Tools untuk Diagnosa DNS

  • nslookup (Command Prompt/Terminal): nslookup namadomain.com
  • dig (Linux/Mac): dig namadomain.com A atau dig namadomain.com MX
  • MXToolbox.com: Cek A, MX, SPF, DKIM, blacklist sekaligus
  • dnschecker.org: Cek propagasi DNS dari berbagai lokasi di dunia
  • whatsmydns.net: Visualisasi propagasi DNS global
tools cek dns records mxtoolbox dnschecker
Gunakan MXToolbox dan dnschecker.org untuk diagnosa masalah DNS

Masalah DNS yang Paling Umum

  • Website tidak bisa diakses setelah ganti hosting: A Record belum terupdate atau propagasi belum selesai. Tunggu hingga 48 jam.
  • Email tidak berfungsi setelah pindah hosting: MX Record perlu diperbarui ke server email baru. Pastikan MX Record menunjuk ke mail server yang benar.
  • SSL tidak bisa diinstall: Beberapa provider SSL memerlukan verifikasi via DNS (menambahkan TXT atau CNAME record khusus). Ikuti instruksi verifikasi yang diberikan.
  • CNAME conflict error: CNAME tidak bisa berada di domain root (@). Jika menggunakan Cloudflare, gunakan CNAME Flattening untuk mengatasi ini.

FAQ: Pertanyaan Umum Seputar DNS Records

Berapa lama propagasi DNS setelah mengubah record?

Waktu propagasi DNS bervariasi tergantung nilai TTL record yang diubah. Jika TTL diset ke 3600 (1 jam), server DNS di seluruh dunia akan memperbarui cache mereka dalam 1-2 jam. Namun untuk propagasi penuh ke semua ISP dan lokasi global, bisa membutuhkan waktu hingga 48 jam. Itulah mengapa disarankan menurunkan TTL ke 300 (5 menit) sehari sebelum melakukan perubahan DNS besar, agar propagasi perubahan baru berjalan lebih cepat.

Apa bedanya mengubah Nameserver vs mengubah A Record untuk pointing domain?

Mengubah Nameserver memindahkan seluruh pengelolaan DNS domain ke server baru — semua records (A, MX, CNAME, TXT) kemudian dikelola di tempat baru. Ini solusi lebih komprehensif tapi propagasinya lebih lama (24-48 jam). Mengubah A Record hanya mengubah IP tujuan untuk website tanpa memindahkan pengelolaan DNS — lebih cepat dan cocok jika hanya website yang perlu diubah tapi email tetap di tempat lama.

Bolehkah punya lebih dari satu MX Record?

Ya, bahkan sangat dianjurkan untuk redundansi. Dengan beberapa MX Record dengan prioritas berbeda, jika server email utama (prioritas tertinggi) tidak tersedia, email akan dikirim ke server backup (prioritas lebih rendah). Ini memastikan tidak ada email yang hilang jika terjadi downtime sementara di server email utama.

Apakah DNS records bisa diedit di mana saja?

DNS records hanya bisa diedit di nameserver yang otoritatif untuk domain Anda. Jika nameserver domain adalah ns1.hostingekspres.com, maka records hanya bisa diedit di cPanel hosting tersebut. Jika nameserver adalah Cloudflare, edit di dashboard Cloudflare. Mengedit di tempat yang salah tidak akan memberikan efek apapun.

Apa itu DNS Propagation dan mengapa lama?

DNS propagation adalah proses penyebaran perubahan DNS record ke server-server DNS di seluruh dunia. Internet terdiri dari ribuan server DNS di berbagai ISP dan lokasi geografis — masing-masing meng-cache informasi DNS sesuai nilai TTL. Ketika Anda mengubah DNS record, perubahan tersebut mulai dari server DNS otoritatif dan secara bertahap menyebar ke server-server lain seiring cache lama mereka expired dan diperbarui. Inilah mengapa perubahan DNS tidak langsung berlaku di semua tempat secara bersamaan.

Butuh Hosting Indonesia yang Andal?

HostingEkspres menyediakan hosting cepat berbasis NVMe SSD dengan server di Indonesia, SSL gratis, dan support 24/7 mulai Rp 15.000/bulan.

Lihat Paket Hosting

Butuh Hosting untuk Website Anda?

Dapatkan hosting cepat, aman, dan terpercaya dengan harga terjangkau. Gratis domain, SSL, dan support 24/7.

Jangan Ketinggalan Promo!

Subscribe newsletter kami dan dapatkan diskon hingga 50% untuk pembelian pertama kamu.

Gratis, tanpa spam. Bisa unsubscribe kapan saja.